Sulit tidur karena Cemas? Mengapa pikiran berputar-putar terus memikirkan sesuatu tanpa henti?
Sulit tidur akibat pikiran berputar-putar tanpa henti
Pernah merasakan pikiran terasa berputar-putar memikirkan suatu hal dan tidak bisa dihentikan, sehingga menyebabkan rasa stress, sulit tidur, naiknya asam lambung, dll
Pikiran berputar terus menerus karena 2 hal:
Takut Lupa. Pikiran kita selalu memastikan bahwa tidak ada bahaya yang akan terjadi pada diri kita, secara primitive masalah yang dihadapi oleh nenek moyang kita sederhana saja: memastikan agar kita tidak kelaparan, tidak sakit, dan tidak kecelakaan. Karena itu otak memastikan agar kita *tidak lupa* dengan sebuah masalah dengan memutar ulang masalah yang kita hadapi. Mirip seperti sebuah piringan hitam yagn memainkan sebuah lagu yang sama terus menerus.
Belum menemukan solusi atas masalah yang dihadapi. Kedua hal inilah yang menyebabkan _infinite loop_ atau *putaran tanpa henti* yang membuat kita menjadi stress, dan semakin stress, dan semakin waktu semakin besar stress kita.
Contoh otak menjaga agar pikiran tidak lupa adalah mengulangi masalah yang belum kita lakukan:
Contoh putaran pikiran yang menjaga *agar kita tidak lupa*
Misalnya bagi seorang ibu rumah tangga
- Gimana ya? Saya belum sempat masak untuk anak-anak saya, padahal sebentar lagi jam makan siang.....
- Gimana ya? Saya belum sempat masak untuk anak-anak saya, padahal sebentar lagi jam makan siang.
- Gimana ya? Saya belum sempat masak untuk anak-anak saya, padahal sebentar lagi jam makan siang.
Pikiran terus saja berputar2x tanpa henti, bahkan membuat kita tidak bisa tidur siang.
Lanjut lagi untuk contoh ibu-ibu:
- Besok pagi saya harus bangun duluan sebelum anak saya bangun, dan saya harus memasak sarapan sebelum anak saya bangun....
- Besok pagi saya harus bangun duluan sebelum anak saya bangun, dan saya harus memasak sarapan sebelum anak saya bangun....
- Besok pagi saya harus bangun duluan sebelum anak saya bangun, dan saya harus memasak sarapan sebelum anak saya bangun....
Muteeeer terus sampai akhirnya tidak bisa tidur dan terkena insomnia. Kalau seperti itu kita akan tidur hanya 1/2 tidur. Mata terpejam, tapi pikiran mutar terus tanpa istirahat.
Atau contoh untuk bapak-bapak dan wanita karir:
Besok pagi saya harus presentasi, padahal saya belum siap, gimana ya? Saya sudah lelah sekali, tapi kalau saya pagi2x telat banget, maka “kiamat” ini bagi saya, saya tidak siap presentasi, walah bakalan “dibantai” sama bos nih.
Yang lebih *parah* lagi adalah point kedua, belum menemukan solusi atas masalah yang kita hadapi.
Misalnya orang yang karirnya berada di ujung tanduk, misalnya karena tempat bekerjanya sedang menghadapi masalah, misalnya banyak terjadi pada teman2x yang tinggal di Bali, dimana 90% penghidupannya bergantung kepada sektor wisata. Nah otak akan berputar bahkan lebih keras lagi. Seperti piringan hitam yang memutar lagi berulang2x, namun dengan putaran lebih cepat, lebih berat dan lebih membebani pikiran.
Misalnya:
Bagaimana kalau besok saya dipecat, perusahaan saya sudah tidak ada pelanggannya lagi karena saya tinggal di hotel dan sudah tidak ada turis
Bagaimana saya besok membayar uang sekolah anak saya, sekarang saya pengangguran dan belum mendapat pekerjaan.
Bagaimana cara saya mendapatkan pekerjaan, saya sudah melamar kemana2x dan hingga sekarang belum mendapatkan pekerjaan.



Comments
Post a Comment