Stress: Penyebab Sulit Tidur, Asam Lambung, Pusing, Sesak Nafas dan banyak keluhan lainnya.
Gunakan earphone dan tekan tombol play untuk mendengarkan.
Sebagian besar anggota grup ini mempunyai keluhan sebagai berikut: sulit tidur, asam lambung dan gerd atau turunannya, gelisah terus menerus, serta penyakit lainnya seperti pusing kepala, sesak nafas, dll
Untuk semua hal di atas, saya selalu mengatakan, obatnya satu saja: yaitu menurunkan stress, dan caranya ? ya dengan latihan pernafasan.
Lho kok bisa satu "obat" untuk mengobati berbagai penyakit yang berbeda? Nah, kita akan jabarkan di bawah ini.
Stress - Lari atau bertempur
Otak kita sebagai hardware dan pikiran kita sebagai software adalah alat yang luar biasa. Didesain dengan kemampuan melindungi diri kita dari berbagai marabahaya dan kematian. Sayangnya kita kurang memahami semua mekanisme ini, sehingga akhirnya malah menghasilkan pola pikir yang merusak diri kita sendiri. Yaitu pola pikir yang menyebabkan kita stress.
Stress adalah “respon dari diri kita terhadap penyebab stress”, jadi bukan stress itu sendiri. 2 orang yang sama bisa saja sedang berada dalam kemacetan lalu lintas, satu orang merasa biasa-biasa saja, tapi orang yang lainnya merasa stress berat terhadap kondisi ini.
Respon kita terhadap stress tergantung banyak hal. Dan setiap orang berbeda. Jadi di group ini kita tidak akan saling mengomentari “kok gitu aja stress” hehehe. Kalau tidak merasa stress atau ada keluhan pasti anda gak akan bergabung di group ini khan?
Lagi pula stress adalah bagian sehari-hari dari masyarakat saat ini kok. Nah disini kita akan belajar mengendalikan stress kita.
Otak Limbik - Otak Kadal
Otak kadal
Menurut teori evolusi, bagian otak yang paling pertama berkembang adalah otak kadal. Otak ini adalah otak yang mempunyai bagian paling kecil dan letaknya persis di dekat batang otak.
Sejak tahun 1954, otak limbik mulai dikenali oleh ahli anatomi otak. Sejak saat itu, sistem otak limbik telah dianggap sebagai pusat emosi, kecanduan, suasana hati, dan banyak proses mental dan emosional lainnya. Ini adalah bagian otak yang secara struktur dan fungsi sangat primitif. Banyak orang menyebutnya "Otak Kadal", karena sistem limbik mengatur semua yang dimiliki kadal untuk fungsi otak, yang bertugas melawan, melarikan diri, memberi makan, ketakutan, membeku, dan berkembang biak. Fungsi otak limbik ini mengatur respon kita terhadap suatu bahaya.
Anggap saja kita sedang berjalan-jalan di tengah padang rumput, lalu tiba-tiba muncul seekor harimau. Apa yang akan terjadi pada tubuh kita? Fungsi limbik yang mengatur semua sistem dasar kita akan mengeluarkan 3 buah respon, yaitu: lari, bertempur, atau membeku tidak bisa bergerak.
Semua respon ini adalah respon yang wajar bagi semua orang. Ada yang bertemu harimau langsung lari, ada yang siap-siap bertempur dengan berusaha mencari batu, kapak, pisau, batang kayu untuk tombak, atau posisi siap bertempur, ada juga yang membeku tidak bisa bergerak sama sekali, atau pingsan di tempat.
Lah lalu apa hubungannya bertemu dengan harimau dengan semua penyakit seperti asam lambung, sulit tidur, sesak nafas, pusing kepala dll, Khan jauh banget, kita khan sekarang gak bertemu dengan harimau? Hehehe. Oke, Kita akan mulai bahas ya.
Ada satu perbedaan utama antara nenek moyang kita dengan diri kita sebagai manusia modern: Nenek moyang kita tidak bertemu dengan harimau setiap hari. Sedangkan kita bertemu “harimau” kita setiap saat setiap saat, setiap waktu. Lho...lho...lho... kok bisa? Emang ada harimau di sekitar kita? Gak khan?
Apa arti “harimau” bagi manusia modern? Harimau ini adalah semua stimulus alias segala sesuatu yang menyebabkan respon otak kita yang sama atau tidak ada bedanya dengan menghadapi harimau dalam kehidupan nyata.
"Harimau" bagi manusia Modern
Contohnya: pekerjaan yang menumpuk, hubungan suami/istri yang kurang harmonis, ketakutan akan masa depan, hutang yang menumpuk, gaji yang dirasa kurang dibandingkan kebutuhan, bos/atasan yang galak atau tidak cocok dengan kita.
Kalau mau dijabarkan saya yakin anda semua bisa menulis jauh lebih panjang dari saya ya hehehe.
Pikiran kita tidak bisa membedakan antara harimau atau penyebab stress lainnya, pokoknya segala sesuatu yang mengancam, akan dianggap sebagai “harimau” dan tubuh akan menghasilkan respon yang sama. Jadi berhadap dengan tugas yang menumpuk akan membuat pikiran kita mempunyai respon yang sama dengan jika kita berdapan dengan harimau.
Kalau nenek moyang kita blm tentu berhadapan dengan harimau setahun sekali, justru kita malah berhadapan dengan “harimau” kita sehari bisa puluhan kali, semua ini menyebabkan kebingungan pada otak limbik kita, ibaratnya sungai yang sudah dibanjiri dengan air karena hujan tidak berkesudahan, overload alias banjiiiir.
Lari atau bertempur
Respon paling utama dalam berhadapan dengan stress ini adalah lari (flight) atau bertempur (fight). Otak dan tubuh kita mulai mempersiapkan diri untuk melakukan kedua hal tersebut, otak berpikir dengan keras, nafas mulai cepat dan pendek-pendek atau bahkan terengah-engah, otot mengeras untuk persiapan lari atau bertempur. Bedanya sekarang anda bertempur melawan harimau ini 24 jam sehari, 7 kali seminggu. Nah disinilah mulai muncul berbagai keluhan penyakit, Kita bahas satu persatu ya.
Asam Lambung
Asam Lambung
Masih ingat ya fungsi dari otak limbik adalah fungsi dasar utk melindungi kita dari kematian dan mara bahaya. Siapa yang bertanggung jawab menjaga perut kita dari berbagai macam penyakit dari luar? Tepatnya dari makanan ? ya anda benar, jawabannya adalah *lambung*.
Apa fungsi lambung? Yaitu memerangi dari berbagai macam penyakit yang berasal dari makan yang kita makan. Dan zat apa yang diproduksi oleh lambung untuk membunuh berbagai penyakit? Nah, anda sudah tahu jawabannya yaitu asam lambung, mulai melihat hubungannya ya?
Saat kita overload dengan stress. Sistem lambung kita kebingungan, lambung merasa “diserang" oleh berbagai penyakit, lalu mengaktifkan sistem pertahanannya yang paling utama, yaitu produksi asam lambung. Inilah sebabnya kita diserang penyakit asam lambung.
Bagi yang bingung: “kenapa saya menderita asam lambung”, saya datang dengan jawabannya: karena anda stress. Apa yang anda makan hampir tidak berhubungan dengan penyebab asam lambung, anda bisa menjaga makanan anda, tetapi tetap saja menderita asam lambung, yang anda harus jaga hanya satu “jangan sampai stress”.
Halah kok bisa jangan sampai stresss, enak ya ngomongnya hehehe, kenyataannya khan susah? Nah ini yang akan terus kita bahas. Masih ingat tulisan saya di atas: stress adalah respon kita terhadap penyebab/stimulus stress. Jadi saya tidak bilang hindari penyebab stress. Karena kita hanya akan bisa menghilangkan stress, kalau kita sudah pindah ke San Diego Hill.
Buat yang tinggal di luar Jabodetabek. San Diego hill itu nama kuburan ya hehehe. Artinya kita hanya bisa menghindari penyebab stress kalau kita sudah tidak bernyawa lagi.
GERD
GERD adalah singkatan dari Gastro Esophageal Reflux Disease, sebuah kondisi di mana asam lambung naik ke kerongkongan dan menyebabkan munculnya rasa terbakar di dada yang biasa disebut dengan heartburn (dada seperti terbakar)
Banyak penderita GERD yang gak paham bahwa rasa panas di dada ini disebabkan asam lambung, dan ini jelas terbaca dari tulisan banyak dari anda di atas. Kenapa sakit lambung tapi dadanya yang panas? Ya karena asam lambungnya sudah terlalu banyak diproduksi dan naik ke atas dada, kadang-kadang malah sampai naik ke kerongkongan. Sehingga ada rasa panas atau terbakar di kerongkongan.
Sesak nafas dan jantung deg-degan
Jantung berdetak kencang, Nafas terengah-engah dan otot kaku
Apa yang terjadi pada saat kita bertemu dengan harimau? Reaksi yang mungkin adalah lari atau siap bertempur. Apa yang terjadi kalau kita sedang berlari atau setidaknya siap-siap berlari?
Saat kita lari atau bertempur nafas pasti menjadi pendek2x dan terengah2x. Dalam hal ini sistem pernafasan kita yang bingung akibat respon stress terus menerus. Lebih parahnya lagi, kita malah sering gak tau kalau kita sedang stress. Jadinya yang terjadi nafas sulit, terengah2x, atau sesak, dan kita gak tau penyebabnya.
Bagi yang bingung: “kenapa saya suka sesak nafas, atau terengah2x, saya datang dengan jawabannya: karena anda stress. Sama kok dengan yang mengalami asam lambung.
Kembali lagi kepada reaksi kita saat menghadapi harimau, selain nafas mulai terengah2x, reaksi lain adalah jantung mulai berdetak dengan kencang, siap utk memompa darah ke berbagai penjuru tubuh, lalu juga otot akan menegang, ya namanya mau lari atau bertempur masa iya sih otot rileks ? hehehe.
Di saat ini otak mulai memerintahkan pineal gland utk memproduksi adrenalin dan hormon stress yang mengakibatkan otot2x menegang dan mengeras, siap utk “tonjok-tonjokan”
Kortisol, inilah hormon yang menyebabkan badan anda kaku, pegal2x, tegang terus menerus di leher, bahu, pinggang, dll
Mulai paham? Kenapa saya deg2xan, atau otot saya suka kaku, atau keduanya, atau gabungan pula dengan asam lambung, dll, ya karena anda stress.
*Pusing dan melayang (vertigo)*
Kembali lagi kepada saat kita berhadapan dengan harimau, apa yang terjadi dengan otak kita? Otak kadal atau limbik akan memerintahkan otak kita yang lain yaitu prefrontal cortex atau otak yang ukurannya besar yang berfungsi utk berpikir utk aktif dan bergerak cepat.
Jika kita berhadapan dengan harimau, otak akan dipaksa berpikir:
- Ayo ada harimau, cepatan mikir agar kamu selamat, apakah kamu lari, atau mau bertempur.
- Apakah perlu ambil tombak? Aduh tombak dimana? Ada tuh batang pohon, haduh sempat gak saya lari ambil tuh batang, jangan2x saya diterkam duluan.
- Waduh kok bisa ya saya gak bawa pisau, padahal kalau saya bawa pisau, bisa saya tusuk tuh harimau.
- Ini kalau saya berantem beneran lawan harimau, saya bisa menang gak ya?
- Haduh kenapa sih saya milih jalan ini, kenapa gak ikut teman2x yang lain aja?
- Wah saya salah ketemu harimau? Gimana nih teman2x yang lain, apakah mereka ketemu harimau juga?
Intinya adalah otak berputar kencang sekali.
Lihat pola diatas? Anda mulai cemas dengan semua hal, semua kemungkinan, anda berpikir tanpa henti dan kepala mulai terasa sakiiiiit sekali karena berpikir dengan kencang.
Wujud dari rasa sakit ini ya macam-macam: pusing "cenat cenut", pusing sebelah (migrain), terasa melayang (vertigo), dll. Belum lagi ya (maaf) bukan nakut-nakutin, resiko terkena stroke, atau serangan jantung.
Sulit tidur (insomnia)
Sulit tidur
Sulit tidur? Biasanya sulit tidur adalah lanjutan atau variasi dari masalah pikiran tidak bisa berhenti berpikir.
Berkaitan dengan masa pandemi, sulit tidur atau insomnia adalah salah satu hal yang paling sering dikeluhkan di masa pandemi covid-19. Covid, selain menyerang sistem pernafasan seperti paru-paru, juga merupakan penyakit yang juga menyerang otak dan sistem syaraf, salah satu keluhan yang dirasakan orang yang pernah terkena covid adalah sulit tidur. Namun bagi masyarakat awam, dimana kondisi covid menyebabkan ketidakpastian dalam berbagai hal, sulit tidur juga merupakan hal yang dialami orang yang tidak mengalami covid.
Saat mendekati jam tidur, orang yang mengalami insomnia merasa stress karena merasa “harus tidur”, sehingga munculah berbagai jenis pikiran yang membuat semakin sulit tidur.
Misalnya:
- Nanti saya hanya diam di tempat tidur, tapi cuma memandang langit-langit berjam-jam dan tetap saja tidak bisa tidur. Stress deh!
- Duh, saya tau saya akan sulit tidur, lalu saya akan tidur malam banget, lalu saya akan kurang tidur, lalu besok akan bangun dengan keadaan lelah.
- Saya harus tidur, saya harus tidur, tapi gimana caranya?
Mirip dengan kondisi sebelumnya khan? Otak kita berputar-putar tanpa henti.
Topik sulit tidur biasanya saya bahas terpisah, tapi singkatnya seperti ini: tidur adalah proses yang terdiri atas 4 tahap dan urutannya tidak bisa diloncati, harus mengurut persis seperti ini:
- Rileks
- Tidur awal (tidur ayam)
- Tidur bermimpi atau REM (Rapid Eye movement)
- Tidur dalam (deep sleep) yang sudah tidak bermimpi lagi. Kata orang tidurnya udah kayak mati aja hehehe
Artinya kalau kita tidak rileks, maka kita tidak mulai "tidur-tidur ayam" dan seterusnya.
Kalau anda punya target: harus tidur. Ya jadi tambah stress jadinya deh.
Saya percaya bahwa anda yang membaca sejauh ini artikel ini anda sudah mulai bisa mengambil kesimpulan sendiri bahwa : Stress adalah penyebab utama berbagai penyakit, yang mungkin kelihatan tidak berhubungan.
Kenapa anda semua membaca artikel ini? kemungkinan besar karena stress
Ya benar, jawaban ini gak enak didengar, namun kalau para sahabat disini mau mengakui, inilah pintu awal dari kesembuhan.
Apa musuh utama dari semua penyakit? Yaitu Denial atau penyangkalan.
Ya ampun, bahasannya panjang lebar ya?
Waduh solusinya gimana? Masih panjang lebar juga? Hehehe. Gak kok, yang sabar yaaaa.
Nah, kita masuk kedalam topik pernafasan. Dengan mengatur nafas kita, kita akan dapat mengontrol pikiran kita, terutama pikiran bawah sadar kita. Jika sebelumnya kita menjadi takut saat bertemu dengan harimau, maka justru kita bisa "bersahabat" dengan harimau kita.
Bersahabat dengan harimau (stimulan stress) dalam diri kita
Sebagai orang awam, jika kita menghadapi harima, maka kita akan diliputi atau bahkan dikuasai rasa takut. Namun seorang pawang singa akan menguasai rasa takut ini, bahkan bisa mempergunakannya utk mencari nafkah. Pawang singa tentu akan tetap waspada menghadapi singa, walau bagaimanapun singa bukanlah kucing kecil, melainkan binatang buas yang bisa memangsa kita sewaktu-waktu.
Seorang pawang harimau tau kapan harimau lapar, sehingga tidak akan memasukkan kepalanya ke mulut harimau untuk berphoto saat singa lapar. Seorang pawang harimau tau kapan harimau sedang santai sehingga bisa diajak bermain, tapi dia tau kapan harimau sedang marah, sehingga harus waspada atau bahkan menghindari harimau tersebut.
Olah nafas memungkinkan kita terkoneksi dengan pikiran bawah sadar dan emosi kita. Pernafasan membuat kita konek dengan sistem syaraf vagus kita yang memungkinkan kita menyelami pikiran yang biasanya tidak kita sadari.
Harimau atau binatang buas adalah perlambang dari stimulan penyebab stress dalam diri kita. Seorang praktisi pernafasan adalah orang mengenali harimau dalam dirinya, dia tau kapan diri dipenuhi rasa takut, marah, kesal, namun tidak membiarkan rasa takut, marah dan dan kesal ini menguasai dirinya, Dia paham bahwa “stimulan” dapat dijadikan teman, sehingga bisa menggunakan energi dari rasa marah, kesal atau lainnya menjadi energi untuk berkarya.
Anggaplah bahwa harimau yang kita hadapi adalah covid-19. Dengan memahami emosi kita menghadapi covid-19, kita dapat mengarahkannya menjadi energi bagi kebaikan. Rasa takut bisa dijadikan semangat utk belajar mengenai sifat dari karakter covid-19 sehingga tahu harus berbuat apa, rasa marah dapat dijadikan energi utk membuat tulisan yang rasa tidak berdaya dapat menjadi energi untuk membuat gerakan sosial yang dapat membantu masyarakat sekitarnya.
Adalah wajar untuk sedikit takut, sedikit marah, sedikit tidak berdaya, namun janganlah sampai kita dikuasai oleh rasa takut, rasa marah, dan rasa tidak berdaya.
Setelah memahami stress adalah penyebab berbagai penyakit ini, anda sudah siap untuk mempelajari dasar-dasar pernafasan. Siapkan earphone anda, lalu klik artikel > dasar pernafasan ini untuk melanjutkan.
credit photo:
Photo by Engin Akyurt from Pexels
Photo by Engin Akyurt from Pexels










Comments
Post a Comment